Cara Menanam Pohon Kelor Yang Benar Agar Dapat Tumbuh Subur

Cara Menanam Pohon Kelor Yang Benar Agar Dapat Tumbuh Subur – Pohon kelor memiliki nama botanikal Moringa oleifera, merupakan tanaman yang berasal dari India utara. Pohon kelor adalah tanaman yang sangat serbaguna, dapat diolah sebagai sayuran, dimanfaatkan sebagai herbal, bahkan masyarakat Indonesia mempercayai bahwa daun kelor dapat digunakan untuk melunturkan ilmu hitam.

Ada banyak manfaat nutrisi dari daun kelor dan buah kelor (drumstick fruit), karena sangat tinggi protein, vitamin A, B1, C bersama dengan kandungan kalsium, dan zat besi yang juga tinggi. Biasanya dibudidayakan dalam skala besar, tetapi juga ditanam secara individual misalnya ditanam sebagai tanaman rumahan.

Dalam bahasan singkat kali ini, kami akan sharing sedikit informasi cara menanam pohon kelor yang benar sehingga dapat tumbuh subur.

Cara Menanam Pohon Kelor Yang Benar Agar

Kriteria Tanaman Pohon Kelor

  • Siklus Hidup: Tahunan
  • Tinggi: Pohon-pohon dapat mencapai ketinggian hingga 10 meter, sedangkan buahnya berkisar antara 25-40cm.
  • Lebar: Batang pohon dapat mencapai diameter hingga 45 cm. Diameter buah sekitar 1 cm
  • Musim berbunga: Biasanya berbunga dalam 6 bulan pertama penanaman, terkadang berbunga dua kali dalam setahun.
  • Bunga: Bunganya kecil dan berwarna kuning pucat.
  • Dedaunan: Daun tripinnate, yang membentuk sekelompok dedaunan di sekitar pangkal pohon

Detail Cara Menanam Pohon Kelor Yang Benar

Sinar matahari

Pohon kelor membutuhkan sinar matahari penuh, yaitu paparan langsung ke matahari selama sekitar 6-8 jam sehari.

Air

Pohon kelor adalah pohon tahan kekeringan, dan hanya perlu disiram sedikit saja jika tanah tempatnya tumbuh sudah benar-benar kering.

Waktu semai

Karena merupakan tanaman musim hangat, pohon ini biasanya ditanam setelah akhir musim hujan.

Cara penyemaian

Benih harus ditanam di area dengan tanah yang ringan dan kering, dan ditempatkan di lubang yang digali sedalam 30cm dan lebar 30cm. Lubang-lubang tersebut dapat diisi dengan tanah gembur, dan/atau kompos atau pupuk kandang untuk membantu pertumbuhan pohon.

Di setiap lubang tanam 3-5 benih pada jarak 5 cm (2 inci), dan sirami tanah, sehingga tanah bagian atas tetap lembap. Tanaman akan berkecambah dalam waktu 12 hari.

Perawatan

Ketika anakan kelor tumbuh setinggi sekitar 15 cm, maka di setiap petak, pertahankan yang paling sehat, dan cabut sisanya, karena mereka rentan terhadap berbagai hama. Lapisan kompos atau pupuk kandang harus diterapkan ke tanah, untuk mendorong pertumbuhan. Berhati-hatilah untuk tidak menyirami tanaman Anda secara berlebihan, karena tanah harus tetap kering agar tidak membuat akarnya busuk.

Hama

Beberapa hama yang umum adalah rayap dan nematoda, yang umumnya menyerang saat pohon masih dalam tahap pancang. Hal ini dapat dicegah dengan penyemprotan insektisida atau dengan inspeksi rutin dan rotasi tanaman.

Panen

Umumnya tanaman berbunga dan berbuah baik sekali atau dua kali setahun. Pada tahun pertama tanaman, hasil biasanya sekitar 150 polong, yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Setelah 4-5 tahun, pohon biasanya menghasilkan sekitar 1000 polong. Buah polong kelor dapat diolah menjadi berbagai macam panganan.

Pembibitan

Pohon kelor dapat diperbanyak dengan biji, atau dengan stek. Yang terakhir, cabang-cabang pohon yang ada dipotong dan kemudian ditempatkan di tanah. Ukuran cabang harus sekitar 1m panjang, dan 4cm diameter. Itu harus benar-benar ditanam di bawah tanah, dan disiram secara teratur. Hasil dari metode stek perbanyakan sama banyaknya dari biji, dan juga umum karena relatif mudahnya menanam stek, dibandingkan dengan biji.

Jika pohon kelor di rawat dengan baik dan benar, maka pohon dapat bertahan untuk waktu yang lama. Anda tidak hanya mendapatkan sayuran bernutrisi tinggi secara konstan, manfaat herbalnya juga sangat baik.

Demikianlah ulasan tentang cara menanam pohon kelor yang benar sehingga dapat tumbuh subur. Semoga bermanfaat ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.